OPSPEK sebagai ladang bisnis (simbiosis “nganu”isme)

02/09/2010 pukul 21:01 | Ditulis dalam celoteh | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Pasar OPSPEK di jalan veteran Universitas Brawijaya

Pasar OPSPEK di jalan veteran Universitas Brawijaya

Sore ini secara tidak sengaja saya kembali login ke halaman admin blog anti air hahahaha (habis research “keyword” untuk menentukan “niche” kok malah nemu postingan saya sendiri) . Dan waktu login ternyata ada sebuah draft yang sudah lama belum diterbitkan (masih berisi sepenggal kalimat tanpa makna tanpa busana wakakkakaka). Baik…baik…baik…coba saya teruskan tulisan ini dan semoga bisa dengan sukses selesai untuk diterbitkan. πŸ˜€

Prosesi orientasi (baca:plonco) pengenalan dunia kampus kepada mahasiswa baru (dengan segala intrik-nya) di beberapa perguruan tinggi negeri ini (biasa disebut OPSPEK) sudah lama sekali dijalankan, dan mungkin sudah menjadi adat/ritual yang tidak mungkin sekalipun ditinggalkan. Mulai dari ritual membawa barang – barang aneh (air mineral warna pelangi :D) … dandanan yang tidak lazim ditemui sehari – hari (kaus kaki tinggi sebelah) sampai dengan tugas hampir mustahil ( sepuluh paper dalam waktu semalam) mungkin akan menjadi beban tambahan bagi beberapa mahasiswa baru.. (setelah beban orang tua / wali dalam hal administratif…uang uang dan uang) … akan tetapi dari segi panitia penyelenggara (senior) hal ini tidak lebih dari usaha memancing “kreatifitas” mahasiswa baru dan cara paling cepat untuk membiasakan para mahasiswa baru dengan gaya hidup kampus yang “keras” dan “berat” . Seingat saya hanya mahasiswa “canggih” (pemalas) saja yang pernah mengalami mengerjakan sepuluh paper dalam waktu satu malam sekalian belajar untuk kuis esok harinya :D. Sistem pembelajaran di perguruan tinggi sangatlah luwes dan tidak seketat itu bagi mahasiswa “biasa – biasa aja”. Kalo tidak mana ada kita lihat mahasiswa nongkrong menikmati kopi di warung lesehan pinggir jalan, bagi mahasiswa jurusan ilmu sosial politik hal ini bisa saja dilakukan untuk berdiskusi dan melatih ilmu komunikasi massa-nya atau bagi mahasiswa seni mungkin lagi memancing proses kreatifnya…tapi kalau mahasiswa teknik elektro??? masa iya labnya pindah ke warung kopi hahahahaha . Sesungguhnya dunia kampus tidaklah sekejam itu…dan tidak ada jadwal ketat…yang ada banyak sekali jam kosong…dosen tidak masuk kelas dll….. kalo sedemikian ketatnya mana ada itu mahasiswa – mahisiswi pesta – pesta di akhir pekan (sampe mobilnya ringsek nabrak pohon kaya di Batu kemarin) πŸ˜€ …tapi nggak bukan itu yang akan saya bahas di tulisan ini…bukan “wild party” … esek – esek in the kost … atau obrolan warung kopi ala intelektual muda…. hanya soal OPSPEK dari sisi lain…dunia yang seringkali tidak terlihat pada waktu penerimaan mahasiswa baru.

OPSPEK kreatifitas dalam segala hal dari semua sisi

Kembali ke opspek… Dengan dalih memancing “memancing kreatifitas” mahasiswa baru … panitia penyelenggara opspek seringkali memberi tugas kepada para mahasiswa baru untuk membawa barang – barang yang super aneh..dan sangat sulit ditemui dipasaran. Padahal kalau diamati jarang sekali mahasiswa baru berasal dari daerah sekitar kampus, kita ambil contoh misal Universitas Brawijaya di Malang tentunya hanya sebagian mahasiswa yang berasal dari malang asli (AREMA), dan sisanya berasal dari Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, daerah – daerah lain sekitar Malang, atau bahkan dari luar pulau Jawa. Bisa dibayangkan kalau saja anda baru menginjakkan kaki di sebuah daerah yang sangat asing dan dalam waktu singkat anda harus mendapatkan barang – barang tertentu (yang sulit dicari bahkan oleh penduduk asli) sekaligus harus beradaptasi dengan lingkungan sosial budaya dan alam. Perlu diingat bahwa kota Malang memiliki suhu udara paling dingin disaat masa – masaΒ  opspek dan diperlukan kemampuan khusus untuk bertahan hidup bagi mereka yang berasal dari daerah – daerah panas.

“Dimana ada kesulitan sesungguhnya ada kemudahan yang menyertainya :D”

Melihat keadaan seperti ini maka beberapa orang cerdas dengan kemampuan membaca peluang bisnis yang cukup tajam terbukalah sebuah sistem baru dalam alur adat istidat opspek ini πŸ˜€ . Seperti pepatah bisnis ” Dimana ada Peluang disana Kita Berjuang” . Maka bermunculanlah para penjual kebutuhan barang – barang khusus OPSPEK. Para penjual ini sengaja membuka lapak disekitar kampus, di trotoar, bahkan digerbang pintu masuk kampus. Entah ini lapak legal atau ilegal tentunya sudah sedikit terlambat kalau mau ditertibkan saat ini πŸ˜€ dan anda pasti akan menemui kalimat mutiara seperti ini kalau berusaha menertibkan mereka ” Orang kecil cari makan saja kok dipersulit” hahahaha inilah realitas cinta dan rock n roll di negeri ini. Bagi sebagian orang mungkin keberadaan lapak – lapak dadakan ini sedikit mengganggu, bikin macet, merusak pemandangan, bikin kotor, dsb. Tapi tidak bagi para mahasiswa baru, keberadaan lapak – lapak ini bagaikan cuilan surga yang terlempar kehadapan mereka :D, apa saja mereka butuhkan tersedia disini. Mulai dari kemeja putih sebagai pengganti kemeja putih mereka yang terkena lumpur kemarin dan tidak mungkin ada waktu untuk mencuci, atau jepit rambut tiga warna untuk menghiasi rambut mereka yang sudah dipotong 3-2-1 ala militer πŸ˜€ sampai karet gelang transparan untuk mengikat rambut kepang tiga para mahasiswi baru :D. Dan secara ajaib pula jeruk bali ukuran 19cm yang diminta oleh senior mereka kemarin sore sudah tersedia di lapak – lapak dadakan tersebut, tentunya dengan harga menurut teori ekonomi “dimana banyak permintaan dan penawaran selalu mempengaruhi harga” πŸ˜€ πŸ˜€

Berbicara soal keajaiban dan dunia kampus, tentu saja tidak ada yang ajaib dengan kejadian diatas. Dimana barang – barang seperti jeruk bali ukuran 19cm yang diminta oleh senior mereka bisa tersedia dalam waktu hampir kurang dari 24 jam πŸ˜€ Kita berbicara tentang bisnis disini…dan kembali ke pepatah bisnis diatas “Dimana ada Peluang disana Kita Berjuang” terdapat campur tangan otak – otak mungil nan kreatif dalam membaca peluang dalam ritual opspek ini. Saya sendiri sempat menyaksikan seorang teman saya sedang merancang barang – barang apa yang harus dibawa oleh juniornya (mahasiswa baru), dan anehnya (tidak begitu aneh sebenarnya :D) dia sambil berkonsultasi dengan seorang pemasok lapak – lapak dadakan yang ada disekitar kampusnya. Mereka berunding untuk mencari barang – barang unik yang sulit ditemui dipasaran umum tetapi bisa disediakan oleh pemasok tersebut. πŸ˜€ Tidak ada keajaiban bukan?? hahahaha ….. (satu – satunya keajaiban dalam cerita ini adalah teman saya itu bukan mahasiswa jurusan bisnis 😦 tetapi dia adalah salah satu mahasiswa jurusan teknologi informatika)

Saya gunakan judul OPSPEK sebagai ladang bisnis (simbiosis “nganu”isme) soalnya kurang jelas pula ini hubungan yang saling menguntungkan atau merugikan…dan siapa dengan siapa yang terhubung dalam hubungan ini =)) hahaha soalnya sedikit “anu” kalo nanti kebanyakan “anu” … (sedikit pencerahan tentang “anu” bisa dibaca di blognya pak Yusrizal KW) dan kalau saya nyasar lagi ke admin panel blog ini mungkin nantinya saya tulis juga soal “anu” ini hahahahah nggak janji….

Anda bisa melihat disini sebagai salah satu contoh nyata adanya pasar OPSPEK dadakan. Demikian pula gambar yang saya tampilkan disini juga merupakan courtesy of indiemalang.com.

Akhirnya selesai juga tulisan ini…huh menulis memang sulit sekali..tetapi sekalinya menulis juga sulit sekali untuk berhenti…

Tetap semangat..tetap kreatif..dan pertajam insting anda dalam membaca “peluang” stay alive..stay away from drugs n free sex… stop human trafficking.. dan overall … nikmati saja hidup ini dengan mensyukuri apa yang ada…
Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: